POLA JABAR - Dunia medis terus mengeksplorasi potensi bahan alam dalam mendukung manajemen penyakit kronis, salah satunya adalah diabetes.

Di antara berbagai jenis rempah yang tersedia di dapur, kayu manis atau cinnamon muncul sebagai kandidat kuat yang dipercaya memiliki efek terapeutik terhadap kontrol kadar gula darah. Namun, sejauh mana efektivitas rempah aromatik ini dalam perspektif sains?

Mekanisme Kerja Kayu Manis pada Tubuh

Kayu manis mengandung senyawa aktif yang mampu meniru kerja insulin di dalam tubuh. Berdasarkan berbagai riset, rempah ini diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan hormon kunci dalam mengatur distribusi gula dari aliran darah menuju sel-sel tubuh untuk dijadikan energi.

Salah satu keunggulan kayu manis terletak pada kemampuannya menghambat aktivitas beberapa enzim pencernaan.

Proses ini menyebabkan pemecahan karbohidrat di saluran pencernaan berjalan lebih lambat. Dampaknya, kenaikan gula darah setelah makan (postprandial) dapat lebih terkendali, sehingga menghindari terjadinya lonjakan glukosa yang drastis.

Peningkatan Transpor Glukosa

Selain memengaruhi enzim pencernaan, senyawa dalam kayu manis juga bekerja pada level seluler. Rempah ini merangsang protein yang bertugas mentranspor glukosa ke dalam sel.

Dengan kata lain, kayu manis membantu pintu-pintu sel terbuka lebih lebar agar gula darah dapat masuk dengan lebih efisien. Bagi penderita diabetes tipe 2, mekanisme ini sangat krusial karena tubuh mereka biasanya mengalami resistensi terhadap insulin.