POLA JABAR - Jika kita perhatikan hewan di sekitar kita, hampir semuanya bergerak maju dengan mata menghadap ke depan. Namun, kepiting adalah pengecualian yang paling mencolok di dunia air. Makhluk bercangkang ini lebih memilih berjalan miring atau menyamping daripada bergerak lurus ke depan.

Fenomena ini seringkali memicu rasa penasaran. Apakah mereka sedang menghindari sesuatu? Ataukah itu sebuah kesalahan evolusi? Melansir laporan dari Smithsonian Magazine, alasan di balik gaya jalan yang unik ini sepenuhnya berkaitan dengan efisiensi anatomi dan kebutuhan untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras.

Kunci utama dari cara jalan kepiting terletak pada struktur kerangka luarnya (eksoskeleton). Berbeda dengan manusia yang memiliki sendi peluru pada pinggul sehingga memungkinkan kita bergerak ke berbagai arah, kaki kepiting memiliki keterbatasan mekanis yang sangat kaku.

Sendi pada kaki kepiting hanya bisa menekuk ke satu arah, mirip dengan cara kerja engsel pintu. Karena kaki mereka melekat pada bagian samping tubuh yang lebar dan datar, sendi engsel ini hanya memungkinkan mereka untuk mendorong tubuh ke arah samping. Secara fisik, kepiting sebenarnya bisa bergerak maju perlahan, namun hal itu sangat tidak efisien dan menghabiskan banyak energi karena mereka harus memutar seluruh tubuh atau memaksakan sendi yang tidak dirancang untuk itu.

Kepiting memiliki tubuh yang cenderung melebar ke samping namun pipih dari atas ke bawah. Bentuk tubuh ini adalah hasil adaptasi jutaan tahun untuk memungkinkan mereka bersembunyi di celah-celah karang yang sempit atau membenamkan diri di bawah pasir dengan cepat.

Dengan berjalan menyamping, kepiting tidak perlu mengubah posisi tubuhnya yang lebar saat ingin berpindah tempat di ruang sempit. Gaya jalan ini memungkinkan mereka tetap memiliki profil tubuh yang rendah namun tetap bisa bergerak dengan kecepatan tinggi saat mengejar mangsa atau menghindari predator seperti burung laut dan ikan besar.

Bagi kepiting, kecepatan adalah segalanya. Berjalan menyamping memungkinkan kaki-kaki mereka bekerja secara sinkron tanpa saling bersentuhan atau "terbelit". Jika kepiting mencoba berjalan maju dengan kaki-kakinya yang panjang dan banyak, mereka akan cenderung tersandung sendiri karena keterbatasan ruang di bawah perut mereka yang rata.

Selain itu, posisi mata kepiting yang berada di atas tangkai (eyestalks) memberikan pandangan 360 derajat. Artinya, meski mereka bergerak menyamping, mereka tetap bisa memantau apa yang ada di depan, belakang, dan samping mereka secara bersamaan. Ini adalah sistem pertahanan yang sempurna di alam liar.

Menariknya, alam selalu memiliki pengecualian. Meskipun mayoritas dari ribuan spesies kepiting di dunia berjalan menyamping, ada beberapa jenis yang mampu bergerak maju dengan cukup baik.