POLA JABAR - Kesehatan mulut sering kali dianggap hanya sebatas memiliki gigi yang putih dan bebas lubang. Namun, menurut berbagai studi yang dipublikasikan dalam Journal of Periodontology, kesehatan gusi atau jaringan periodontal merupakan fondasi utama dari keutuhan struktur gigi manusia.
Salah satu faktor eksternal yang paling berpengaruh terhadap kondisi gusi setiap harinya adalah rutinitas menyikat gigi, baik dari segi alat yang digunakan maupun teknik aplikasinya.
Peran Bulu Sikat dalam Mencegah Trauma Gusi
Salah satu fokus utama dalam penelitian periodontologi adalah mengenai kekerasan bulu sikat gigi. Penggunaan sikat gigi dengan bulu yang keras (hard bristles) sering kali disalahpahami sebagai cara paling efektif untuk menghilangkan plak. Padahal, data menunjukkan bahwa tekanan mekanis yang berlebihan dari bulu sikat yang keras dapat memicu resesi gusi.
Resesi gusi adalah kondisi di mana jaringan gusi menyusut dan memaparkan akar gigi, yang kemudian menyebabkan sensitivitas ekstrem dan meningkatkan risiko pembusukan akar. Para ahli dalam Journal of Periodontology secara konsisten menyarankan penggunaan sikat gigi berbulu lembut (soft) atau ekstra lembut untuk meminimalkan abrasi pada jaringan lunak gusi tanpa mengurangi efektivitas pembersihan plak.
Teknik Menyikat Gigi dan Hubungannya dengan Peradangan
Bukan hanya alatnya, cara seseorang menggerakkan sikat gigi juga menentukan kesehatan periodontalnya. Teknik menyikat yang terlalu agresif secara horizontal dapat merusak perlekatan gusi pada gigi.
Sebaliknya, teknik yang disarankan seperti metode Modified Bass di mana bulu sikat diarahkan 45 derajat menuju garis gusi dengan gerakan memutar kecil terbukti secara klinis efektif dalam membersihkan sulkus gusi (celah antara gigi dan gusi).
Pembersihan yang tepat pada area sulkus ini sangat krusial. Jika plak dibiarkan menumpuk di area tersebut, bakteri akan memicu respons imun yang menyebabkan gingivitis (radang gusi). Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis, sebuah infeksi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.