POLA JABAR - Banyak orang mengira udang hanya bisa ditemukan di hamparan terumbu karang atau kedalaman samudra. Namun, jika kita menilik lebih dekat ke aliran sungai pegunungan hingga rawa-rawa tersembunyi, terdapat dunia mikroskopis yang didominasi oleh krustasea air tawar. 

Mengacu pada pengamatan mendalam para naturalis di BBC Earth, udang air tawar bukan sekadar penghuni ekosistem, melainkan arsitek lingkungan yang menjaga kejernihan air kita.

Berbeda dengan kerabat laut mereka, udang air tawar telah berevolusi dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap fluktuasi arus dan kadar oksigen. Mari kita bedah jenis-jenis udang air tawar paling ikonik yang memiliki peran krusial di alam liar.

1. Macrobrachium rosenbergii (Udang Galah)

Dikenal sebagai raksasa di dunianya, Udang Galah adalah predator puncak di kelas krustasea sungai. Ciri khasnya adalah sepasang capit panjang berwarna biru yang bisa melebihi panjang tubuhnya sendiri. 

Di alam liar, mereka adalah pengembara; bayi udang galah bermigrasi ke muara untuk mendapatkan sedikit kadar garam sebelum akhirnya kembali ke hulu sungai saat dewasa. Ketangguhan mereka dalam melawan arus deras menjadikannya subjek penelitian evolusi yang menarik.

2. Udang Kipas (Atya moluccensis)

Jika Udang Galah menggunakan capit untuk berburu, Udang Kipas atau Bamboo Shrimp memiliki strategi makan yang lebih pasif namun efisien. Mereka tidak memiliki capit tajam, melainkan struktur menyerupai kipas atau bulu halus pada kaki depannya. 

Di sungai-sungai Asia Tenggara, mereka akan berdiri di atas batu, membentangkan kipas tersebut, dan menyaring plankton yang terbawa arus. Ini adalah mekanisme filtrasi alami yang membantu menjaga kualitas air tetap bersih.