POLA JABAR - Selama ini, banyak pemilik anjing yang yakin bahwa hewan peliharaan mereka benar-benar memahami apa yang diucapkan manusia, bukan hanya sekadar merespons nada atau isyarat tubuh. Keyakinan tersebut kini didukung kuat oleh temuan neurosains yang revolusioner. 

Penelitian yang melibatkan pemindaian otak menggunakan mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada anjing yang sedang mendengarkan ucapan manusia menunjukkan bahwa otak anjing memproses percakapan dengan cara yang sangat mirip dengan otak manusia. 

Mereka tidak hanya mencerna isi emosional dari suara yang kita gunakan, tetapi juga makna leksikal (arti kata-kata yang sebenarnya). Kemampuan kompleks ini mengindikasikan bahwa anjing, melalui ribuan tahun domestikasi, telah mengembangkan mekanisme saraf yang memungkinkan mereka menginterpretasikan komunikasi manusia dengan presisi yang mengejutkan.

Temuan kunci yang disoroti oleh penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka dan diliput secara mendalam oleh Harvard Gazette adalah pembagian tugas dalam otak anjing, yang mereplikasi fungsi dasar pemrosesan bahasa pada primata dan manusia. 

Secara spesifik, penelitian menunjukkan bahwa belahan otak kiri anjing aktif dan bertanggung jawab dalam memproses makna kata-kata (lexical cues), terlepas dari intonasi yang digunakan. 

Sementara itu, belahan otak kanan anjing bekerja untuk menganalisis intonasi dan konten emosional dari suara yang mereka dengar, misalnya apakah nada tersebut bernada pujian, netral, atau teguran. 

Pembagian kerja antara otak kiri dan kanan ini memungkinkan anjing untuk tidak hanya mengenali kata "pintar" atau "jalan-jalan", tetapi juga menilai bagaimana kata tersebut diucapkan, sebuah integrasi informasi yang krusial untuk interpretasi yang akurat.

Bagian yang paling menarik dari temuan neurosains ini adalah bagaimana otak anjing menggabungkan informasi dari kedua belahan otak tersebut untuk memberikan interpretasi akhir, terutama yang terkait dengan sistem reward (hadiah). 

Para peneliti menemukan bahwa sistem reward di otak anjing area yang terkait dengan kesenangan dan motivasi hanya akan aktif secara signifikan ketika makna kata positif (misalnya, pujian atau kata-kata yang diasosiasikan dengan hal baik) disampaikan dengan intonasi yang juga positif.