POLA JABAR - Industri bunga potong bukan sekadar soal estetika, melainkan bisnis raksasa dengan perputaran uang mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Di balik buket cantik yang kita terima saat hari spesial, terdapat rantai pasok global yang rumit.

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta laporan perdagangan terbaru dari Observatory of Economic Complexity (OEC), beberapa negara berhasil mendominasi pasar mawar dunia berkat kondisi iklim yang ideal dan teknologi pertanian yang maju. Berikut adalah 5 negara yang menyandang gelar sebagai "Raja Mawar" di kancah global.

1. Belanda: Hub Logistik dan Produsen Utama

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Belanda adalah pusat gravitasi industri bunga dunia. Melalui bursa bunga Royal FloraHolland yang legendaris, Belanda tidak hanya berperan sebagai produsen mawar berkualitas tinggi di dalam rumah kaca (greenhouse) canggihnya, tetapi juga sebagai pusat re-ekspor terbesar.

Lebih dari 40% mawar yang beredar di pasar global melewati tangan para pedagang Belanda. Efisiensi logistik di Bandara Schiphol memungkinkan mawar-mawar segar ini sampai ke tangan konsumen di belahan dunia lain dalam hitungan jam setelah dipanen.

2. Ekuador: Mawar dengan Kelopak Sempurna

Ekuador sering dianggap sebagai penghasil mawar terbaik secara kualitas. Lokasi geografisnya yang berada tepat di garis khatulistiwa dengan dataran tinggi yang mendapat sinar matahari berlimpah sepanjang tahun membuat mawar Ekuador memiliki karakteristik unik: batang yang sangat panjang, kelopak bunga yang lebar, serta daya tahan (vase life) yang lebih lama.

Bagi para kolektor bunga premium, mawar dari pegunungan Andes di Ekuador adalah standar emas. Industri ini juga menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara tersebut, menyediakan lapangan kerja bagi puluhan ribu penduduk lokal.

3. Kolombia: Ratu Mawar dari Amerika Latin