POLA JABAR – Belakangan ini, istilah “avoidant” ramai dibicarakan oleh warganet di berbagai platform media sosial.

Istilah ini sering muncul dalam konteks hubungan asmara maupun pertemanan, biasanya untuk menggambarkan seseorang yang sulit terbuka secara emosional atau cenderung menjauh saat merasa dekat dengan orang lain.

Secara psikologis, istilah “avoidant” berasal dari konsep avoidant attachment style atau gaya keterikatan menghindar, yang merupakan salah satu tipe kelekatan dalam teori psikologi perkembangan yang dikemukakan oleh John Bowlby dan dikembangkan oleh Mary Ainsworth.

Apa Itu Gaya Keterikatan Menghindar (Avoidant Attachment)?

Gaya keterikatan menghindar menggambarkan pola hubungan seseorang yang cenderung menjaga jarak secara emosional, menghindari kedekatan, dan sulit menunjukkan atau menerima kasih sayang secara terbuka.

Orang dengan gaya keterikatan ini biasanya tumbuh dalam lingkungan yang kurang responsif secara emosional, sehingga mereka belajar untuk mandiri dan tidak terlalu bergantung pada orang lain.

“Mereka bisa terlihat tenang dan rasional, tetapi di dalamnya sering kali ada rasa takut ditolak atau tidak ingin terluka,” jelas psikolog klinis Dr. Sheryl Paul dalam publikasi psikologinya.

Ciri-Ciri Seseorang dengan Kepribadian Avoidant

  1. Sulit Membuka Diri Secara Emosional
    Mereka cenderung menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain, termasuk pasangan.
  2. Menarik Diri Saat Dihadapkan dengan Konflik atau Intimasi
    Saat hubungan mulai terasa emosional, mereka bisa memilih diam atau menjauh.
  3. Terlalu Mandiri dan Enggan Mengandalkan Orang Lain
    Sering merasa bahwa bergantung pada orang lain adalah tanda kelemahan.
  4. Tampak Dingin atau Tidak Peduli
    Padahal sebenarnya, mereka hanya kesulitan mengekspresikan perasaan.
  5. Mudah Merasa Tersesak dalam Hubungan yang Terlalu Dekat
    Mereka bisa merasa tidak nyaman jika pasangan terlalu menuntut perhatian atau kedekatan.