POLA JABAR - Perdebatan mengenai ras anjing mana yang layak menyandang gelar "Ras Tertua di Dunia" selalu menarik, namun bukti genetik modern sering kali menunjuk pada beberapa ras pariah (anjing kuno atau primitif) yang memiliki garis keturunan paling dekat dengan serigala, nenek moyang anjing domestik. 

Di antara nama-nama yang paling sering disebut dan mendapatkan pengakuan luas dalam komunitas ilmiah, termasuk yang diulas mendalam oleh publikasi seperti Smithsonian Magazine, adalah Basenji. Anjing yang unik ini, yang berasal dari Afrika Tengah, terkenal karena tidak menggonggong melainkan mengeluarkan suara yodel atau 'barroo' dan memiliki karakteristik genetik yang menunjukkan pemisahan evolusioner yang sangat awal dari populasi anjing modern. 

Analisis DNA menunjukkan bahwa Basenji telah berkembang di wilayah terpencil di sekitar cekungan Kongo selama ribuan tahun, mempertahankan ciri-ciri primitif yang menjadikannya fosil hidup dalam dunia kanin.

Sejarah menakjubkan dari ras anjing ini, seperti yang diulas oleh Smithsonian Magazine, menunjukkan bahwa anjing-anjing kuno ini tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menjadi bagian integral dari budaya masyarakat yang hidup di sepanjang Sungai Nil dan jauh ke dalam hutan Afrika. 

Bukti kehadiran Basenji sering ditemukan dalam artefak dan penggambaran di makam-makam Mesir kuno, sebuah indikasi bahwa ras ini telah dihormati dan dimanfaatkan oleh manusia sejak era Firaun. 

Penggunaan utamanya adalah sebagai anjing pemburu yang senyap; kemampuan mereka untuk tidak menggonggong menjadi aset yang tak ternilai dalam mengintai mangsa di hutan lebat. 

Keunikan genetik Basenji, termasuk siklus reproduksi tahunan yang mirip dengan serigala, kian memperkuat posisinya sebagai salah satu ras yang paling sedikit mengalami perubahan genetik sejak anjing mulai didomestikasi.

Selain Basenji, ras lain yang memiliki klaim kuat sebagai salah satu yang tertua adalah Saluki, sering disebut sebagai 'Anjing Kerajaan Mesir'. Saluki, yang berasal dari wilayah Timur Tengah, diperkirakan telah ada sejak 7.000 tahun yang lalu, dengan representasi gambarnya ditemukan pada makam Mesir dan artefak Mesopotamia kuno. 

Anjing ramping dengan kaki panjang ini dibiakkan sebagai anjing pemburu visual (sighthound) yang sangat cepat, dipercaya telah menemani para bangsawan dan firaun dalam perburuan.