POLAJABAR.COM - Kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat kini mulai menunjukkan dampaknya yang signifikan di Kabupaten Ciamis, khususnya pada sektor ketersediaan air bersih. Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi kekeringan telah dirasakan oleh warga di daerah selatan kabupaten tersebut.

Kondisi paling parah terpantau di Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, di mana ratusan penduduk mulai menghadapi kesulitan ekstrem untuk mengakses air bersih bagi kebutuhan sehari-hari.

Situasi ini terjadi karena sumber air utama yang selama ini diandalkan oleh masyarakat setempat, yakni sumur-sumur warga dan mata air alami, dilaporkan telah mengering sepenuhnya akibat minimnya pasokan air hujan.

Data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mengonfirmasi bahwa krisis air bersih ini telah menjangkiti sebanyak 140 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 429 jiwa yang kini terdampak langsung oleh kondisi kekeringan tersebut.

Secara geografis, dampak kekeringan ini dikelompokkan pada dua wilayah RT spesifik di desa tersebut. Wilayah yang paling terdampak adalah RT 26 yang mencakup 76 KK (242 jiwa) dan RT 27 yang terdiri dari 64 KK (187 jiwa).

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, memberikan keterangan mengenai penyebab utama dari kondisi darurat air bersih yang terjadi saat ini. Kondisi ini merupakan akumulasi dari minimnya intensitas curah hujan yang tercatat selama beberapa minggu terakhir.

"Kondisi ini dipicu oleh minimnya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir yang menyebabkan debit air tanah dan sungai menyusut drastis," jelas Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani.

Penyusutan debit air tanah dan sungai secara drastis ini secara langsung memutus akses utama warga terhadap air baku untuk keperluan rumah tangga, sehingga memaksa mereka mencari alternatif lain yang kian terbatas.

Dilansir dari sumber berita terkait, upaya distribusi air bersih dari pemerintah daerah kini menjadi prioritas untuk membantu meringankan beban ratusan warga yang terdampak di Kecamatan Banjarsari tersebut.