POLA JABAR – Campak (measles) bukan sekadar penyakit ruam kulit biasa. Bagi orang dewasa atau anak yang lebih besar, campak mungkin bisa dilewati dengan masa pemulihan standar. Namun, bagi bayi terutama yang berusia di bawah satu tahun penyakit ini bisa menjadi ancaman serius yang mengancam jiwa.
Ada beberapa faktor medis yang menyebabkan virus campak jauh lebih agresif dan berbahaya saat menginfeksi tubuh bayi.
1. Sistem Imun yang Belum Matang
Bayi lahir dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna (immature immune system). Meskipun mendapatkan antibodi dari ibu selama dalam kandungan, perlindungan tersebut akan menurun drastis seiring bertambahnya usia bayi sebelum mereka mendapatkan vaksinasi pertama. Tanpa perlindungan vaksin, tubuh bayi kesulitan melawan replikasi virus campak yang sangat cepat di saluran pernapasan.
2. Risiko Komplikasi yang Lebih Tinggi
Pada bayi, campak jarang sekali datang sendirian tanpa komplikasi. Beberapa kondisi penyerta yang sering muncul dan berakibat fatal meliputi:
- Pneumonia: Peradangan paru-paru yang merupakan penyebab kematian paling umum akibat campak pada anak kecil.
- Diare Berat: Kondisi ini menyebabkan dehidrasi akut yang sangat berbahaya bagi metabolisme bayi yang masih rentan.
- Ensefalitis: Pembengkakan otak yang dapat menyebabkan kejang, kebutaan, hingga kerusakan neurologis permanen.
3. Masalah pada Saluran Pernapasan yang Sempit
Secara anatomi, saluran pernapasan bayi jauh lebih sempit dibandingkan orang dewasa. Ketika virus campak menyebabkan peradangan dan penumpukan lendir (mucus), bayi akan mengalami kesulitan bernapas yang jauh lebih hebat. Kondisi ini sering kali membutuhkan bantuan alat pernapasan di ruang perawatan intensif (NICU).