POLA JABAR – Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) berkomitmen penuh untuk meningkatkan skala advokasi serta memperluas jaringan kolaborasi lintas sektor.

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan memperkokoh perlindungan anak, yang akan diakselerasi melalui konsolidasi tingkat nasional hingga kemitraan dengan organisasi non-pemerintah (NGO) serta lembaga internasional.

Rencana besar tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal KPPRI, Sarifah Ainun Jariyah, di sela-sela Forum KPPRI yang mengusung tema Women in Parliament: From Representation to Policy Transformation di Gedung Nusantara IV, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menjelaskan bahwa setelah konsolidasi internal rampung, pihaknya akan segera merangkul berbagai elemen masyarakat sipil.

“Jadi nanti setelah rencana ini yang merupakan konsolidasi nasional, kita akan membuat kegiatan untuk mengumpulkan beberapa NGO-NGO. Tentu saja mengundang mereka untuk membicarakan program kerja KPPRI ke depan dan juga tentu saja program-program ini untuk mendukung peran perempuan ke depannya,” ujarnya.

Sarifah menegaskan bahwa seluruh program kerja yang disusun oleh KPPRI dirancang untuk membawa perubahan substantif pada regulasi nasional, sehingga tidak sekadar menjadi agenda formal di atas kertas.

“Jadi bukan hanya kegiatan seremonial, tapi kegiatan-kegiatan advokasi yang pasti kegiatan tersebut bisa berdampak dalam kebijakan untuk perempuan berdaya, tentu saja human empowerment,” katanya.

Untuk memperkuat posisi tawar dan memperluas gaung gerakan ini, KPPRI juga membuka pintu diplomasi yang lebar dengan para perwakilan negara sahabat.

Sinergi global dinilai menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan isu-isu gender di tingkat internasional.