POLA JABAR - Kuku yang kuat, mulus, dan sehat seringkali menjadi cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, banyak dari kita tanpa sadar melakukan kebiasaan sehari-hari yang perlahan-lahan merusak integritas kuku. 

Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, tetapi efek kumulatifnya bisa membuat kuku menjadi rapuh, mudah patah, bahkan rentan terhadap infeksi. Memahami dan menghentikan kebiasaan buruk ini adalah kunci pertama untuk mendapatkan kuku yang indah.

Perawatan kuku tidak hanya melibatkan manikur sesekali; ia adalah bagian dari perawatan diri harian. Faktanya, masalah kuku yang paling umum, seperti pengelupasan, patah, atau infeksi jamur, seringkali dipicu oleh perilaku yang dapat kita kontrol. 

Berbagai sumber kesehatan, termasuk Everyday Health, secara konsisten menekankan pentingnya menghindari kebiasaan-kebiasaan merusak ini demi menjaga kuku tetap prima.

Jika Anda sering mengalami masalah dengan kuku rapuh atau sulit tumbuh, waktunya mengevaluasi rutinitas harian. Beberapa tindakan yang tampaknya tidak berbahaya, seperti menggunakan kuku sebagai alat, ternyata memiliki konsekuensi jangka panjang. 

Dengan mengenali lima kebiasaan buruk yang paling umum, Anda bisa mengambil langkah preventif yang tepat dan mengembalikan kekuatan alami kuku Anda.

Kebiasaan Buruk yang Merusak Kuku yang Wajib Dihentikan

1. Menggigit Kuku dan Mengupas Kutikel (Nail Biting and Picking)

Kebiasaan menggigit kuku atau mengupas kulit di sekitar kuku (kutikula) adalah salah satu perusak kuku paling umum. Menggigit kuku tidak hanya merusak ujung kuku yang sudah tumbuh, tetapi juga bisa merusak dasar kuku (nail matrix), tempat kuku baru terbentuk. Kerusakan pada matrix dapat menyebabkan kelainan bentuk permanen pada kuku.