POLA JABAR - Siapa yang tidak kenal dengan robot kucing berwarna biru yang gemar makan dorayaki? Doraemon telah menjadi bagian dari masa kecil jutaan orang di seluruh dunia.
Namun, di balik senyum lebar dan kantong ajaibnya, tersimpan kisah perjuangan sang kreator, Hiroshi Fujimoto yang lebih dikenal dengan nama pena Fujiko F. Fujio alam menghadapi kebuntuan kreatif.
Berdasarkan catatan sejarah resmi dari Shogakukan, penerbit yang pertama kali meluncurkan manga ini, kelahiran Doraemon bukanlah hasil dari perencanaan yang matang sejak awal, melainkan buah dari sebuah "kecelakaan kreatif" yang melegenda.
Kisah ini bermula pada akhir tahun 1969. Saat itu, Fujimoto-sensei sedang berada di bawah tekanan besar. Ia telah berjanji kepada majalah anak-anak milik Shogakukan untuk membuat seri manga baru yang akan terbit pada edisi Januari 1970. Ironisnya, hingga beberapa hari sebelum tenggat waktu (deadline), Fujimoto sama sekali belum memiliki ide tentang karakter utama maupun plot ceritanya.
Ia menghabiskan waktu berjam-jam di ruang kerjanya, mondar-mandir mencari inspirasi. Dalam sebuah wawancara lama yang didokumentasikan Shogakukan, Fujimoto mengaku sempat berharap ada "mesin waktu" yang bisa membawanya ke masa depan untuk mencuri ide dari dirinya sendiri agar masalah ini cepat selesai.
Inspirasi akhirnya datang dari dua kejadian yang tampak sepele namun mengubah sejarah industri manga selamanya.
Pertama, saat ia sedang merenung di rumahnya, seekor kucing liar masuk ke dalam kamarnya melalui jendela. Fujimoto yang penyayang binatang sempat teralihkan dan asyik membelai kucing tersebut hingga lupa waktu.
Kedua, saat ia sedang terburu-buru menuruni tangga karena menyadari waktunya hampir habis, kakinya tersandung sebuah boneka mainan milik putrinya yang berbentuk bulat (dikenal sebagai boneka Okiagari-koboshi atau boneka yang selalu tegak kembali jika jatuh).
Di titik itulah, pikiran kreatif Fujimoto bekerja. Ia membayangkan sebuah karakter yang menggabungkan bentuk bulat boneka tersebut dengan fitur wajah dan sifat seekor kucing. Dari sinilah siluet Doraemon pertama kali muncul di atas kertas sketsa.