POLA JABAR - Sejarah anggur atau lebih dikenal wine minuman fermentasi yang mendampingi peradaban manusia selama ribuan tahun, adalah sebuah kisah epik tentang penemuan, perdagangan, ritual, dan penaklukan.
Perjalanan anggur modern, dari sumber genetik aslinya hingga dominasinya di Eropa Barat, dimulai di suatu tempat yang dikenal sebagai Bulan Sabit Subur (Fertile Crescent) dan wilayah Kaukasus, jauh sebelum nama-nama seperti Bordeaux atau Toscana dikenal dunia.
Kelahiran Anggur di Timur Dekat Kuno
Bukti arkeologi paling awal mengenai produksi anggur skala besar, yang melibatkan domestikasi spesies anggur liar (Vitis vinifera), menunjukkan titik nol berada di wilayah Georgia dan Iran (sekitar 8.000–7.000 SM). Dari sana, teknologi dan budaya anggur menyebar ke selatan, mencapai peradaban awal di Mesopotamia tanah antara Sungai Tigris dan Efrat.
Di Sumeria dan Akkadia (sekitar milenium ke-3 SM), anggur mulai muncul dalam catatan tertulis dan ritual keagamaan, meskipun bir mungkin lebih umum sebagai minuman sehari-hari. Anggur di sini sering kali dikaitkan dengan kalangan elit atau digunakan dalam upacara persembahan, menunjukkan statusnya sebagai komoditas mewah.
Peran penting berikutnya dipegang oleh Mesir Kuno. Pada sekitar 3000 SM, anggur telah menjadi bagian integral dari kehidupan istana Firaun dan ritual penguburan. Label tanah liat pada amphorae (wadah anggur) dari makam Firaun bahkan mencatat tahun panen, nama kebun anggur, dan kualitas, menjadikannya bukti dokumentasi vintage tertua di dunia. Di sini, anggur bukan hanya komoditas; ia adalah simbol keabadian dan status sosial tinggi.
Fenisia dan Pelayaran Menuju Yunani
Jalur penyebaran krusial berikutnya dibentuk oleh pedagang maritim Fenisia. Bangsa pelaut ulung ini, yang mendirikan koloni di seluruh Mediterania termasuk di Afrika Utara, Sisilia, dan Spanyol bertindak sebagai jembatan utama yang membawa budidaya dan keahlian pembuatan anggur dari Levant ke dunia Barat.
Namun, bangsa yang benar-benar mengangkat anggur ke tingkat filosofis dan budaya adalah Yunani Kuno. Sekitar 2000 SM, anggur telah mendarat di pulau-pulau mereka. Bagi orang Yunani, anggur tidak hanya untuk dinikmati; ia merupakan pusat dari kehidupan sosial, terutama dalam pertemuan yang dikenal sebagai Simposium. Mereka bahkan menganggap dewa anggur, Dionysus, sebagai sosok penting dalam mitologi mereka.