POLA JABAR – Sejak kecil, banyak dari kita sering diingatkan oleh orang tua agar tidak membaca buku sambil berbaring.
Alasannya klasik: "Nanti matanya bisa minus atau rusak." Peringatan ini pun terbawa hingga dewasa, apalagi sekarang kebiasaan membaca buku telah bergeser menjadi kebiasaan menatap layar ponsel (scrolling) sebelum tidur.
Namun, apakah posisi tiduran secara langsung merupakan penyebab mata minus? Mari kita bedah fakta medisnya agar tidak lagi salah kaprah.
Posisi Tiduran Bukan Penyebab Langsung Mata Minus
Secara medis, membaca sambil tiduran sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan mata minus (miopia). Mata minus lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetika (keturunan) serta kebiasaan melihat objek jarak dekat dalam durasi yang terlalu lama.
Namun, posisi tiduran memiliki risiko besar yang secara tidak sadar merusak kesehatan mata. Masalah utamanya bukan pada posisi tubuhnya, melainkan pada jarak pandang dan pencahayaan.
Mengapa Membaca Sambil Tiduran Berbahaya?
Ada beberapa alasan mengapa posisi ini sangat tidak disarankan oleh para ahli mata:
1. Jarak Pandang yang Tidak Stabil