POLA JABAR - Saat menyantap semangka yang segar di tengah cuaca panas, sebagian besar dari kita secara otomatis akan menyisihkan biji hitamnya. Ada mitos lama yang mengatakan biji tersebut bisa tumbuh di dalam perut, atau sekadar anggapan bahwa biji tersebut tidak memiliki rasa. Namun, benarkah biji semangka berbahaya jika tertelan?

Melansir laporan dari Healthline, jawabannya cukup mengejutkan: biji semangka tidak hanya aman dimakan, tetapi juga merupakan salah satu bagian paling padat nutrisi dari buah tersebut. Jika diolah dengan benar, biji yang sering disepelekan ini bisa menjadi sumber mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Padat Nutrisi: Dari Magnesium hingga Lemak Sehat

Biji semangka adalah "powerhouse" nutrisi dalam ukuran mini. Salah satu kandungan utamanya adalah magnesium. Dalam porsi sekitar 4 gram biji semangka, Anda bisa mendapatkan hingga 21 miligram magnesium. Mineral ini sangat krusial untuk menjaga fungsi jantung, mengatur tekanan darah, serta mendukung metabolisme tubuh.

Selain magnesium, biji ini juga kaya akan zat besi. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tak berhenti di situ, biji semangka juga mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang dikenal baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Zinc untuk Imunitas dan Rambut Kuat

Bagi Anda yang peduli dengan kesehatan kulit dan rambut, biji semangka bisa menjadi suplemen alami. Kandungan zinc (seng) di dalamnya cukup signifikan. Zinc dikenal sebagai mineral yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zinc juga berperan dalam pertumbuhan sel dan perbaikan jaringan, sehingga sering dikaitkan dengan pencegahan kerontokan rambut dan kesehatan kulit yang lebih baik.

Cara Mengkonsumsi Biji Semangka agar Maksimal

Meskipun memakan biji semangka langsung dari buahnya tidak berbahaya, cara terbaik untuk mendapatkan manfaat nutrisinya adalah dengan memanggangnya. Biji semangka yang mentah memiliki tekstur yang keras dan kulit luar yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan manusia jika tidak dikunyah dengan sangat halus.