POLA JABAR - Sakit tenggorokan seringkali menjadi tamu tak diundang yang sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat menelan atau berbicara. Di tengah maraknya penggunaan obat-obatan kimia, metode sederhana seperti mengonsumsi air hangat tetap menjadi primadona yang disarankan oleh para ahli medis. Melansir data dari Mayo Clinic, salah satu institusi medis terkemuka di dunia, hidrasi yang tepat dengan suhu yang pas memegang peranan kunci dalam mempercepat proses pemulihan infeksi saluran pernapasan.
Namun, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tenggorokan saat kita meminum air hangat? Mengapa suhu air menjadi faktor yang sangat menentukan?
1. Efek Relaksasi dan Peningkatan Aliran Darah
Saat tenggorokan mengalami peradangan, jaringan di area tersebut cenderung membengkak dan menjadi sensitif. Air hangat bekerja dengan cara memberikan efek vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah di area sekitar tenggorokan.
Peningkatan aliran darah ini sangat krusial karena membawa lebih banyak sel darah putih dan nutrisi yang dibutuhkan untuk melawan infeksi. Selain itu, suhu hangat memberikan sensasi relaksasi pada otot-otot tenggorokan yang tegang akibat batuk terus-menerus, sehingga rasa nyeri atau "mengganjal" bisa berkurang secara signifikan.
2. Mengencerkan Lendir dan Menjaga Kelembapan
Salah satu penyebab utama rasa tidak nyaman saat sakit tenggorokan adalah adanya lendir atau dahak yang mengental. Lendir yang kering dan lengket justru akan memperparah iritasi pada dinding tenggorokan.
Menurut pakar di Mayo Clinic, mengonsumsi cairan hangat seperti air putih, teh herbal, atau kaldu bening membantu mengencerkan lendir tersebut. Dengan lendir yang lebih cair, tubuh akan lebih mudah mengeluarkannya, sehingga saluran pernapasan terasa lebih lega. Selain itu, uap panas yang terhirup saat kita meminum air hangat juga membantu melembapkan selaput lendir di hidung dan tenggorokan yang seringkali kering akibat udara atau dehidrasi.
3. Kombinasi Air Hangat dan Garam: Senjata Ampuh Anti-Bakteri