POLA JABAR - Bunga mawar sering kali dianggap sebagai "ratu" di taman karena kecantikan dan aromanya yang memikat. Namun, tak jarang para pecinta tanaman hias merasa frustrasi ketika mawar yang mereka tanam justru meranggas, terkena penyakit, atau enggan berbunga.
Banyak orang mengira mawar adalah tanaman yang sangat rewel. Padahal, menurut data dari Gardening Know How, kegagalan dalam menanam mawar sering kali bukan karena tanaman itu sendiri, melainkan karena kesalahan kecil namun fatal dalam perawatannya. Jika Anda ingin halaman rumah dipenuhi kelopak bunga yang sehat, pastikan Anda menghindari kesalahan-kesalahan berikut ini.
Menyiram dari Atas Daun (Overhead Watering)
Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan pemilik tanaman. Banyak yang mengira menyiram seluruh bagian tanaman akan membuat mawar terasa segar. Faktanya, membiarkan daun mawar basah dalam waktu lama adalah undangan terbuka bagi penyakit jamur, terutama bintik hitam (black spot) dan embun tepung (powdery mildew).
Cara terbaik adalah menyiram langsung pada bagian dasar atau tanah di sekitar akar. Melakukan penyiraman di pagi hari juga sangat disarankan agar jika ada air yang tidak sengaja mengenai daun, sinar matahari dapat mengeringkannya dengan cepat sebelum jamur sempat berkembang biak.
Menanam di Tempat yang Terlalu Teduh
Mawar adalah pemuja matahari sejati. Salah satu alasan mengapa mawar Anda tidak kunjung berbunga atau memiliki batang yang kurus (etiolasi) adalah kurangnya asupan cahaya. Untuk tumbuh optimal, mawar membutuhkan setidaknya 6 hingga 8 jam sinar matahari langsung setiap hari.
Menanam mawar di bawah pohon besar atau di balik bayangan tembok tinggi hanya akan melemahkan sistem imun tanaman, membuatnya lebih rentan terhadap serangan hama. Jika lahan Anda terbatas, pastikan mawar ditempatkan di sisi rumah yang paling banyak terpapar cahaya pagi dan siang.
Pemangkasan yang Salah Waktu dan Teknik