POLA JABAR - Kacang polong sering kali dipuji sebagai salah satu sumber protein nabati dan serat terbaik yang bisa kita tambahkan ke dalam piring makan. Dengan warna hijau cerah dan rasa manis yang khas, polong-polongan ini menjadi primadona dalam berbagai hidangan, mulai dari sup hingga tumisan. 

Namun, seperti halnya prinsip dasar nutrisi, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan—bahkan sayuran sekalipun dapat memicu reaksi negatif bagi tubuh yang tidak bisa diabaikan.

Banyak orang mengira bahwa mengkonsumsi kacang polong dalam jumlah besar hanya akan memberikan tambahan vitamin. Padahal, tubuh manusia memiliki batasan dalam memproses senyawa tertentu yang terkandung di dalam butiran hijau ini.

Gangguan Pencernaan dan Perut Kembung 

Efek samping yang paling sering dirasakan adalah gangguan pada saluran pencernaan.

Kacang polong mengandung lektin dan fitat, yang secara alami ada untuk melindungi tanaman dari predator. 

Namun, bagi manusia, senyawa ini bisa sulit dicerna jika jumlahnya terlalu banyak. 

Akibatnya, bakteri di dalam usus harus bekerja lebih keras untuk memecah karbohidrat kompleks tersebut, yang kemudian menghasilkan gas berlebih.

Inilah alasan mengapa seseorang sering merasa perut begah, kembung, atau bahkan mengalami diare setelah mengonsumsi porsi polong yang tidak wajar.