POLAJABAR.COM - Maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal di Kota Bandung kian meresahkan masyarakat setempat. Fenomena aksi kejahatan ini tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga nekat menyasar korban pada waktu sibuk di pagi hari.
Dikutip dari media lokal, pihak kepolisian terus bergerak cepat dengan menahan setidaknya 19 orang tersangka kejahatan jalanan sepanjang bulan Juli 2026. Dari penangkapan tersebut, aparat penegak hukum berhasil mengamankan sebanyak 11 unit sepeda motor sebagai barang bukti.
Meskipun pihak kepolisian telah melancarkan berbagai penindakan tegas, rasa cemas dan gelisah masih dirasakan oleh warga Kota Bandung. Kekhawatiran ini dirasakan terutama bagi masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah saat kondisi jalanan mulai sepi.
Menanggapi kondisi keselamatan warganya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan perhatian khusus terkait situasi kejahatan jalanan ini. Beliau secara langsung menyampaikan serangkaian panduan dan imbauan penting bagi masyarakat yang sering berpergian.
"Warga Kota Bandung diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di luar rumah. Sebisa mungkin hindari rute-rute jalanan yang sepi serta minim penerangan di malam hari," kata Muhammad Farhan.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak berpergian sendirian di jam-jam rawan jika tidak ada urusan yang mendesak. Tetap manfaatkan layanan kontak darurat resmi jika menemukan situasi yang mencurigukan," ujar beliau.
Pemerintah Kota Bandung bersama jajaran aparat kepolisian berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli secara rutin di berbagai titik rawan. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas dan mengembalikan rasa aman bagi seluruh warga.
Melalui sinergi antara kewaspadaan masyarakat dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum, kondisi keamanan di Kota Bandung diharapkan dapat segera kembali kondusif. Warga pun diharapkan tetap tenang namun selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas harian.
