POLA JABAR - Siapa yang tidak mengenal sosok bulat berwarna biru dengan kantong ajaib di perutnya? Doraemon bukan sekadar karakter anime; ia adalah ikon budaya global yang telah menemani berbagai generasi sejak pertama kali muncul pada tahun 1969.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Anime News Network, Doraemon memiliki latar belakang yang jauh lebih kompleks dan menyentuh daripada sekadar robot pengasuh anak-anak.
Asal-usul dan Kelahiran: Robot Produk Gagal yang Istimewa
Doraemon lahir pada tanggal 3 September 2112 di Pabrik Robot Matsushiba. Secara teknis, ia adalah robot tipe MS-903 yang diciptakan untuk menjadi robot pengasuh anak. Namun, sebuah kecelakaan terjadi saat proses produksi. Doraemon tersengat petir listrik yang menyebabkan satu sekrup di tubuhnya terlepas, membuatnya tidak sesempurna rekan-rekannya yang lain.
Meskipun dianggap sebagai "produk gagal", Doraemon justru memiliki empati yang lebih dalam dibandingkan robot lainnya. Inilah yang nantinya membawa ia dikirim oleh Sewashi, cicit dari Nobita Nobi, kembali ke abad ke-20 untuk mengubah nasib keluarga Nobi yang terpuruk akibat utang dan kegagalan Nobita.
Mengapa Doraemon Berwarna Biru dan Tidak Memiliki Telinga?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah mengenai fisiknya. Awalnya, Doraemon diproduksi dengan warna kuning dan memiliki telinga yang utuh. Perubahan drastis ini terjadi karena peristiwa tragis sekaligus lucu yakni telinganya digigit oleh robot tikus saat ia sedang tidur.
Kejadian tersebut membuat Doraemon mengalami depresi berat. Ia menangis terus-menerus selama tiga hari tiga malam. Getaran dari tangisannya yang hebat menyebabkan cat kuning pada tubuhnya luntur, menyisakan lapisan dasar berwarna biru. Inilah alasan mengapa hingga saat ini Doraemon sangat trauma dan ketakutan setengah mati setiap kali melihat tikus.
Kantong Ajaib dan Teknologi Abad ke-22