POLA JABAR – Bagi sebagian besar orang Indonesia, rasa gurih adalah kunci kenikmatan dalam makanan. Tak heran, banyak hidangan favorit yang cenderung memiliki kadar garam (natrium) tinggi. Namun, dibalik rasa lezat yang memanjakan lidah, tersimpan ancaman kesehatan serius yang telah lama disuarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO secara tegas merekomendasikan agar orang dewasa membatasi konsumsi garam maksimal 5 gram per hari. Jumlah ini setara dengan hanya satu sendok teh garam dapur (sekitar 2.000 miligram natrium), dan ini termasuk semua garam yang berasal dari makanan olahan, camilan, bumbu, hingga masakan rumahan.

Sayangnya, data menunjukkan rata-rata asupan garam harian global, termasuk di Indonesia, seringkali jauh melampaui batas aman ini. Lantas, apa saja bahaya laten yang mengintai tubuh saat kita terlalu banyak mengonsumsi garam?

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Pembunuh Senyap Nomor Satu

Ini adalah bahaya paling dikenal dan dampak terparah dari konsumsi garam berlebih. Kandungan natrium dalam garam berfungsi menarik dan menahan air di dalam tubuh. Ketika asupan natrium tinggi, volume darah di dalam pembuluh darah ikut meningkat karena adanya retensi air ini.

Peningkatan volume darah tersebut akan memberi tekanan ekstra pada dinding pembuluh darah, yang memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jika kondisi ini dibiarkan berkelanjutan, pembuluh darah menjadi kaku dan rusak. Hipertensi adalah "pembunuh senyap" yang menjadi pintu gerbang menuju penyakit kronis lainnya.

2. Memicu Penyakit Kardiovaskular (Jantung dan Stroke)

Tekanan darah tinggi yang dipicu oleh kelebihan garam memaksa jantung bekerja jauh lebih keras dari batas normal untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Beban kerja berlebihan ini, seiring waktu, dapat melemahkan otot jantung dan merusak arteri.

Menurut WHO, pembatasan garam adalah salah satu strategi paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Ketika tekanan darah tidak terkontrol, risiko terjadinya serangan jantung dan stroke –kondisi di mana aliran darah ke otak tersumbat atau pecah– akan melonjak drastis, menjadikannya penyebab utama kematian dan kecacatan secara global.