POLA JABAR - Menggendong kelinci dengan cara yang benar bukan sekadar masalah kenyamanan bagi pemilik, tetapi merupakan aspek krusial dari kesehatan dan keamanan hewan peliharaan itu sendiri. Kelinci secara alami adalah hewan mangsa; insting dasar mereka membuat mereka sangat sensitif dan rentan terhadap rasa takut, terutama saat diangkat dari tanah. 

Ketika merasa terancam atau tidak aman dalam gendongan, kelinci dapat meronta-ronta dengan sangat kuat. Rontaan ini berisiko tinggi menyebabkan cedera serius pada tulang belakang atau punggung mereka, sebab tulang kelinci yang ringan dan rapuh sangat mudah mengalami dislokasi atau patah. 

Oleh karena itu, menguasai teknik handling yang tepat, yang menjamin support penuh pada seluruh tubuh kelinci, adalah langkah pertama dan terpenting dalam membangun hubungan saling percaya dan memastikan keamanan fisik kelinci. Tanpa rasa aman, upaya menenangkan kelinci akan sia-sia, karena rasa takut adalah respons primernya.

Kunci dari gendongan yang aman untuk kelinci, seperti yang ditekankan oleh para ahli perawatan hewan dan sejalan dengan pedoman petmd.com, adalah memberikan dukungan penuh pada bagian belakang tubuh dan kaki belakang kelinci. 

Metode yang paling disarankan adalah teknik "scoop and support". Teknik ini mengharuskan pemilik untuk meletakkan satu tangan di bawah dada atau perut kelinci, berfungsi sebagai penopang utama, sementara tangan yang lain harus sigap menyangga dan menutupi bagian bokong dan kaki belakang. Penting untuk diingat bahwa kelinci memiliki tendangan kaki belakang yang sangat kuat. 

Jika kaki belakangnya dibiarkan menggantung atau tidak ditopang dengan baik, kelinci akan merasa tidak seimbang dan panik, yang dapat memicu tendangan hebat dan berujung pada cedera serius. Setelah diangkat, kelinci harus segera didekap erat ke dada atau tubuh Anda, memberikan rasa aman layaknya bersembunyi di liang persembunyian mereka.

Lebih lanjut, proses menenangkan kelinci yang sedang cemas atau ketakutan saat digendong sangat bergantung pada kelembutan dan lingkungan yang tenang. Kelinci sangat peka terhadap suara keras dan gerakan mendadak. Jika kelinci mulai meronta, jangan panik dan jangan langsung mencoba memaksanya diam. 

Sebaliknya, dekap ia lebih erat ke tubuh Anda, tetapi pastikan tidak mencekiknya dan segera pindahkan ke area yang sepi dan minim gangguan. Salah satu teknik penenangan yang efektif adalah menutup mata kelinci atau membiarkan wajahnya tersembunyi di balik lengan atau dada Anda, karena kegelapan seringkali diinterpretasikan sebagai keamanan. 

Hindari melakukan teknik trancing atau tonic immobility (membalik kelinci telentang) sebagai cara menenangkan, karena meskipun kelinci tampak tenang, dalam banyak kasus, ini adalah respons ketakutan ekstrem dan bukanlah relaksasi yang sebenarnya.