POLA JABAR - Minyak zaitun (olive oil) telah lama diakui sebagai salah satu bahan makanan tersehat di dunia, terutama jenis Extra Virgin Olive Oil (EVOO) yang kaya antioksidan dan lemak tak jenuh tunggal. Namun, dengan banyaknya merek dan jenis yang tersedia di toko, memilih minyak zaitun berkualitas tinggi dapat menjadi tantangan besar, bahkan bagi konsumen yang berhati-hati. 

Kualitas minyak zaitun sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, penyimpanan, hingga pengemasan, dan sayangnya, banyak produk di pasaran yang tidak memenuhi standar klaim labelnya, bahkan ada yang dicampur dengan minyak lain. 

Oleh karena itu, langkah pertama dan terpenting dalam memilih EVOO adalah bersikap skeptis dan fokus pada detail label bukan hanya harga. EVOO berkualitas harus diekstrak hanya dengan cara mekanis tanpa menggunakan pelarut kimia dan harus memiliki tingkat keasaman yang sangat rendah, sebuah standar kemurnian yang harus dikonfirmasi melalui sertifikasi pihak ketiga atau stempel kualitas dari asosiasi minyak zaitun tepercaya yang tertera pada kemasan.

Aspek kedua yang wajib diperhatikan adalah faktor kesegaran, sebab minyak zaitun adalah produk yang cepat rusak. Tidak seperti anggur, minyak zaitun tidak menjadi lebih baik seiring waktu; sebaliknya, kandungan polifenol (antioksidan) dan flavor khasnya akan menurun seiring bertambahnya usia. 

Consumer Reports menyarankan konsumen untuk mencari tanggal panen (harvest date) atau setidaknya tanggal terbaik sebelum (best by date) yang masih jauh dari tanggal pembelian. Minyak zaitun idealnya dikonsumsi dalam waktu 12 hingga 18 bulan setelah tanggal panen. 

Sayangnya, tidak semua merek mencantumkan tanggal panen, sehingga Anda harus mencari merek-merek yang transparan mengenai hal ini. Selain itu, kemasan memainkan peran vital dalam menjaga kesegaran. 

Minyak zaitun sangat sensitif terhadap cahaya dan panas, yang dapat mempercepat proses oksidasi dan menyebabkan minyak menjadi tengik. Selalu pilih minyak yang dikemas dalam botol kaca gelap (hijau tua atau cokelat tua) atau kaleng logam kedap udara. Hindari botol kaca bening karena ini adalah indikator bahwa kualitas minyak mungkin sudah menurun.

Mencari label yang jelas menunjukkan negara asal juga menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas, meskipun minyak zaitun mungkin dikemas di satu negara tetapi dipanen di negara lain (misalnya, "Dibotolkan di Italia" belum tentu berarti minyaknya berasal dari Italia). 

Carilah label yang mencantumkan "Diproduksi dan Dibotolkan di [Satu Negara]", atau label yang mencantumkan dengan spesifik dari mana buah zaitun tersebut dipanen. Lebih dari sekadar geografis, kualitas EVOO terbaik harus menawarkan profil rasa yang unik, yaitu gabungan antara buah (fruity), pahit (bitter), dan pedas (peppery) sensasi pedas di tenggorokan saat ditelan adalah indikator yang baik dari tingginya kandungan antioksidan (polifenol).