POLA JABAR - Banyak dari kita menganggap kebiasaan minum susu adalah hal yang lumrah. Namun, jika kita melihat dari kacamata biologi evolusioner, kemampuan manusia dewasa untuk mencerna susu sebenarnya adalah sebuah "anomali" yang luar biasa.
Berdasarkan penelitian mendalam yang diterbitkan dalam jurnal Nature, hubungan antara manusia dan susu menyimpan kisah bertahan hidup, migrasi besar-besaran, dan mutasi genetik yang sangat cepat.
Paradoks Prasejarah: Minum Susu Sebelum Bisa Mencernanya
Selama ribuan tahun, nenek moyang kita sebenarnya mengalami intoleransi laktosa. Secara alami, mamalia berhenti memproduksi enzim laktase enzim yang memecah gula susu (laktosa) setelah masa penyapihan.
Namun, bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia di Eropa dan Afrika sudah mulai mengkonsumsi produk susu jauh sebelum tubuh mereka mampu memprosesnya secara genetik.
Penelitian biomolekuler pada fragmen tembikar kuno mengungkapkan sisa-sisa lemak susu dari 7.000 tahun yang lalu. Pertanyaannya: mengapa mereka tetap mengkonsumsinya meski berisiko mengalami masalah pencernaan? Jawabannya terletak pada kelaparan dan krisis. Di masa-masa sulit ketika panen gagal atau air bersih terkontaminasi, susu menjadi sumber nutrisi dan cairan yang sangat berharga, meski harus dibayar dengan rasa sakit perut yang hebat.
Tekanan Seleksi Alam yang Intens
Data dari Nature menyoroti bahwa mutasi genetik yang disebut Persistensi Laktase (kemampuan memproduksi laktase hingga dewasa) menyebar dengan kecepatan yang hampir tidak tertandingi dalam sejarah genom manusia. Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari seleksi alam yang sangat ketat.
Di wilayah dengan paparan sinar matahari rendah seperti Eropa Utara, di mana vitamin D sulit didapat, kalsium dalam susu menjadi faktor krusial untuk mencegah rakhitis dan menjaga kesehatan tulang. Individu yang memiliki mutasi genetik laktase memiliki peluang bertahan hidup dan bereproduksi jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Inilah yang menyebabkan gen "pencinta susu" ini mendominasi populasi di wilayah tertentu hanya dalam hitungan beberapa ribu tahun.