POLA JABAR – Jam makan yang dianggap normal di suatu negara belum tentu berlaku di negara lain.

Jika di Indonesia makan malam umumnya dilakukan pada pukul 18.00–19.00 WIB, di beberapa negara lain waktu makan justru bisa jauh lebih larut atau lebih awal.

Perbedaan jam makan ini tidak terjadi tanpa sebab.

Faktor budaya, iklim, kebiasaan kerja, hingga sejarah turut memengaruhi pola waktu makan masyarakat di berbagai negara.

Berikut beberapa alasan kenapa banyak negara memiliki jam makan yang berbeda-beda.

1. Pengaruh Iklim dan Cuaca

Negara dengan iklim panas, seperti Spanyol, cenderung memiliki jam makan siang dan malam yang lebih lambat. Masyarakat menghindari aktivitas berat saat cuaca terik, sehingga makan malam baru dilakukan setelah suhu lebih sejuk.

2. Budaya dan Tradisi Lokal

Jam makan juga berkaitan erat dengan tradisi. Di Prancis dan Italia, makan bukan sekadar aktivitas mengisi perut, melainkan momen sosial yang dinikmati lebih lama. Hal ini membuat jam makan bisa berlangsung lebih santai dan fleksibel.