POLAJABAR.COM - Inovasi pelayanan kesehatan lahir dari ruang sidang tesis Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Pelayanan Kesehatan di Institut Bisnis dan Informatika Koperasi Indonesia (IKOPIN).

Dadang Risdal Aziz memaparkan hasil penelitiannya mengenai peningkatan kualitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Otista Kabupaten Bandung.

Dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut, Dadang mengangkat tesis berjudul “Model Pelayanan Prima RSUD Otista Kabupaten Bandung.”

Ia menekankan bahwa pelayanan di IGD harus mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan profesionalisme, mengingat hal tersebut sering kali menjadi penentu keselamatan pasien.

Dadang menyoroti perlunya penguatan sistem pelayanan IGD melalui standardisasi Standar Operasional Prosedur (SOP), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan sistem pelayanan yang terintegrasi.

Menurutnya, meskipun RSUD Otista sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai, tantangan utamanya adalah memastikan keselarasan antara kompetensi petugas, kepatuhan terhadap SOP, dan koordinasi antarunit layanan.

"Pelayanan yang cepat, aman, dan berorientasi pada kepuasan pasien hanya dapat terwujud jika tata kelola berjalan efektif," ujar Dadang.

Sidang tesis dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. Trida Gunadi, M.Si., didampingi Penguji I Dr. H. Gijanto Purbo Suseno, SE., M.Sc., dan Penguji II Hj. Rosti Setiawati, M.Si. Proses akademik ini juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Dr. H. Wawan Lulus Setiawan, M.Sc., dan H. Dedy Supriyadi, SE., M.Sc.

Para penguji memberikan masukan konstruktif selama diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Penguji I, Dr. H. Gijanto Purbo Suseno, menekankan pentingnya implementasi model pelayanan yang diusulkan secara berkelanjutan.