POLA JABAR - Pernahkah Anda berdiri di bawah sinar matahari yang menyengat, lalu tiba-tiba aroma parfum Anda berubah menjadi sangat tajam dan membuat pusing? Jika iya, Anda tidak sendirian. Cuaca panas adalah musuh utama bagi molekul parfum yang berat. Mengacu pada panduan gaya dari GQ UK, memilih wewangian untuk musim panas bukan sekadar soal "bau enak", melainkan soal memahami bagaimana kimia tubuh bereaksi terhadap suhu tinggi.

Suhu panas mempercepat penguapan alkohol dan minyak esensial pada kulit. Hasilnya, aroma yang seharusnya tercium lembut dalam 8 jam bisa meledak hanya dalam 1 jam, menciptakan proyeksi yang terlalu ofensif bagi orang di sekitar Anda.

Hindari "Heavy Hitters" di Siang Hari

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah tetap menggunakan parfum dengan profil Oud, vanila yang manis, atau tembakau (tobacco) saat suhu mencapai di atas 30 derajat Celcius. 

Aroma-aroma ini bersifat "tebal" dan cenderung menjadi sangat manis atau "enek" ketika bercampur dengan keringat. Di bawah terik matahari, aroma tersebut akan terasa menyesakkan, baik bagi si pemakai maupun orang yang berpapasan.

Prioritaskan Profil Citrus dan Aquatic

Bagi para kurator di GQ UK, musim panas adalah waktunya catatan-catatan (notes) ringan untuk bersinar. Anda harus mencari parfum yang didominasi oleh: