POLA JABAR - Bagi pecinta tanaman hias, mawar sering kali dianggap sebagai "ratu taman". Namun, menjaga mawar tetap terhidrasi dengan benar ternyata tidak sesederhana menyemprotkan air ke arah kelopak. Kesalahan dalam penyiraman justru menjadi penyebab utama munculnya jamur dan pembusukan akar.
Merujuk pada panduan resmi dari Royal Horticultural Society (RHS), lembaga hortikultura ternama asal Inggris, teknik penyiraman yang presisi adalah kunci utama mawar bisa berbunga sepanjang musim. Berikut adalah panduan detail yang perlu Anda terapkan di rumah.
Kapan Waktu Terbaik untuk Menyiram?
Ketepatan waktu adalah segalanya. RHS sangat menyarankan penyiraman dilakukan pada pagi hari. Mengapa? Air yang mengenai daun (meskipun sebaiknya dihindari) memiliki waktu untuk mengering sebelum matahari terbenam. Jika Anda menyiram di malam hari, kelembapan yang tertinggal di area dedaunan akan mengundang spora jamur seperti black spot dan embun tepung (powdery mildew).
Namun, jika cuaca sangat terik di siang hari dan mawar Anda menunjukkan tanda layu, jangan menunggu hingga esok pagi. Segera beri air langsung ke area akar tanpa mengenai daun.
Targetkan Akar, Bukan Daun
Salah satu kesalahan paling umum adalah menyiram mawar dari atas menggunakan sprinkler atau selang yang diarahkan ke bunga. Cara ini sangat tidak efektif dan berisiko. Mawar menyerap nutrisi dan air melalui akar, bukan melalui pori-pori daun.
Arahkan moncong selang atau alat penyiram langsung ke permukaan tanah di sekitar pangkal batang. Usahakan untuk menjaga area daun tetap kering demi kesehatan jangka panjang tanaman.
Frekuensi dan Kuantitas Air