POLAJABAR - Cerita terkait Anne Boleyn yang dituding melakukan penghianatan oleh suaminya, Raja Henry VIII, adalah cerita yang cukup melegenda.
Dari berbagai literatur yang ada, kabarnya Anne Boleyn mengalami kehidupan yang cukup tragis, padahal ia adalah seorang permaisuri.
Ibu Elizabeth I ini, kabarnya mengalami kematian yang sangat mengenaskan. Ia diakhiri hidupnya dengan cara di hukum mati atas perintah suaminya, Raja Henry VIII.
Pada masanya, memiliki keturunan anak laki-laki bagi seorang Raja adalah hal yang sangat penting, alih-alih untuk melanjutkan tahta kekuasaannya.
Konon Raja Henry VIII menikahi Anne Boleyn, sejatinya memiliki maksud dan tujuan yakni ingin mendapatkan keturunan anak laki-laki.
Untuk mencapai ambisinya tersebut, kabarnya Raja Henry VIII rela menceraikan permaisurinya, Catherine dari Aragon.
Seiring berjalannya waktu, ternyata ambisi Raja Henry VIII untuk bisa mendapatkan keturunan anak laki-laki dari Anne Boleyn, gagal didapatkan.
Anne Boleyn malah melahirkan seorang anak perempuan ( Elizabeth I ), dan skenario gelap pun dilancarkan yakni melakukan tuduhan yang mengakibatkannya di hukum mati.
Pada masa itu, banyak kerajaan Eropa menganut Hukum Salic (Salic Law), yang secara tegas sangat melarang perempuan untuk mewarisi takhta atau tanah.