POLA JABAR -  Tubuh manusia adalah mesin biokimia yang sangat efisien, dan gula atau secara ilmiah disebut karbohidrat merupakan sumber energi utamanya. Proses pencernaan dan konversi gula menjadi energi adalah rangkaian peristiwa yang cepat dan terkoordinasi, dimulai segera setelah makanan manis atau berkarbohidrat dikonsumsi. 

Karbohidrat kompleks, seperti pati, pertama-tama dipecah menjadi unit-unit gula yang lebih sederhana di mulut dan lambung. Namun, proses pemecahan utama terjadi di usus halus, dimana enzim-enzim pencernaan memecah karbohidrat hingga menjadi bentuk paling dasar, yaitu glukosa, monosakarida yang merupakan "bahan bakar" pilihan utama tubuh.

Setelah dipecah menjadi glukosa, molekul-molekul ini dengan cepat diserap melalui dinding usus halus dan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan peningkatan kadar gula darah. 

Peningkatan ini memicu respons dari pankreas, yang segera melepaskan hormon penting bernama insulin. Insulin bertindak seperti "kunci" yang membuka pintu sel-sel tubuh terutama sel otot, sel lemak, dan sel hati untuk memungkinkan glukosa masuk dari aliran darah. Tanpa insulin, glukosa akan tertahan di pembuluh darah, tidak dapat digunakan sebagai energi. 

Menurut penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, peran insulin sangat krusial dalam menjaga homeostasis glukosa dan mendistribusikan energi ke seluruh jaringan yang membutuhkan.

Setelah glukosa berhasil masuk ke dalam sel, ia langsung memasuki jalur metabolisme yang kompleks. 

Langkah pertama dalam sel adalah glikolisis, sebuah proses di mana satu molekul glukosa dipecah menjadi dua molekul piruvat, menghasilkan sedikit energi dalam bentuk ATP (Adenosine Triphosphate). Piruvat kemudian bergerak ke mitokondria, yang dikenal sebagai "pembangkit listrik" sel. 

Di dalam mitokondria, piruvat diubah lebih lanjut melalui serangkaian reaksi yang dikenal sebagai Siklus Krebs dan Fosforilasi Oksidatif. 

Rangkaian proses ini secara keseluruhan menghasilkan sejumlah besar energi ATP yang siap digunakan sel untuk melakukan segala fungsi vital, mulai dari kontraksi otot, transmisi saraf, hingga menjaga suhu tubuh.