POLA JABAR - Selama ini, mawar identik dengan buket bunga di hari spesial atau dekorasi meja yang romantis. Namun, di tangan para inovator kuliner dan koki dunia, mawar telah melompat dari vas bunga langsung ke piring saji. Tren penggunaan edible flowers atau bunga yang dapat dimakan memang tengah naik daun, dan mawar berada di garda terdepan karena profil rasanya yang unik dan aromanya yang mampu membangkitkan selera.
Melansir panduan dari BBC Good Food, mawar bukan hanya sekadar hiasan (garnish). Jika diolah dengan benar, bunga ini mampu memberikan dimensi rasa floral yang elegan, sedikit manis, dan terkadang memiliki sentuhan spicy layaknya kayu manis.
Mengenal Karakter Rasa Mawar
Setiap jenis mawar memiliki karakter yang berbeda. Secara umum, semakin harum aroma bunga mawar tersebut, maka semakin kuat pula rasa yang akan dihasilkan dalam masakan. Mawar berwarna merah tua cenderung memiliki rasa yang lebih pekat, sementara mawar berwarna merah muda atau putih biasanya menawarkan rasa yang lebih halus dan lembut.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua mawar boleh dimakan. Pastikan Anda hanya menggunakan mawar organik yang bebas dari pestisida kimia. Mawar yang dibeli di toko bunga hias biasanya mengandung pengawet dan pestisida tinggi, sehingga sangat disarankan untuk menggunakan mawar hasil kebun sendiri atau yang berlabel food grade.
Teknik Pemanfaatan Mawar dalam Masakan
Ada berbagai cara kreatif untuk memasukkan unsur mawar ke dalam menu harian Anda, baik untuk hidangan manis maupun gurih:
1. Air Mawar dan Sirup untuk Minuman
Ini adalah cara paling klasik. Air mawar (rose water) sering digunakan dalam masakan Timur Tengah. Anda bisa menambahkannya ke dalam teh, limun, atau bahkan kopi susu kekinian. Sirup mawar juga menjadi basis yang sempurna untuk membuat cocktail atau mocktail dengan tampilan warna merah muda yang cantik.