POLA JABAR - Pernahkah Anda merasa sudah menyemprotkan parfum favorit berkali-kali, namun aromanya hilang begitu saja bahkan sebelum Anda sampai di kantor? Masalah ini bukan selalu soal kualitas parfum yang buruk, melainkan teknik aplikasi yang kurang tepat.

Mengutip panduan dari laman kecantikan ternama Allure, ketahanan aroma sangat bergantung pada kondisi kulit dan titik di mana cairan parfum tersebut mendarat. Parfum adalah investasi, dan agar investasi tersebut tidak terbuang percuma, Anda perlu memahami mekanisme aroma bekerja pada tubuh.

Berikut adalah panduan lengkap cara menggunakan parfum agar tahan lama, mulai dari persiapan kulit hingga area aplikasi yang krusial.

1. Persiapan Adalah Kunci: Hidrasi Kulit Terlebih Dahulu

Salah satu rahasia terbesar para kolektor parfum adalah tidak pernah menyemprotkan aroma pada kulit yang kering. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan mengunci molekul aroma lebih lama dibandingkan kulit kering yang cenderung "menyerap" cairan parfum hingga aromanya cepat menguap.

Disarankan untuk menggunakan pelembap atau body lotion tanpa aroma (unscented) sebelum menyemprotkan parfum. Jika Anda ingin hasil yang lebih maksimal, gunakan petroleum jelly di area titik nadi. Tekstur oklusif dari petroleum jelly akan bertindak sebagai jangkar bagi molekul parfum, sehingga wanginya tidak mudah terbang terbawa udara.

2. Fokus pada Titik Nadi (Pulse Points)

Banyak orang menyemprotkan parfum secara acak, padahal area tertentu pada tubuh menghasilkan panas alami yang dapat membantu menyebarkan aroma secara konsisten sepanjang hari. Area ini dikenal sebagai titik nadi.

Titik-titik krusial yang harus Anda sasar meliputi bagian dalam pergelangan tangan, leher, belakang telinga, hingga bagian dalam siku dan belakang lutut. Panas tubuh yang terpancar dari pembuluh darah di area ini bertindak sebagai radiator kecil yang terus menerus melepaskan aroma parfum ke udara secara perlahan.