POLA JABAR - Pernahkah kamu merasa sudah menyemprotkan parfum berkali-kali, tapi baru satu jam melangkah keluar rumah, aromanya sudah hilang tak berbekas? Banyak dari kita menyalahkan kualitas parfum atau konsentrasinya. Padahal, seringkali masalahnya bukan pada cairannya, melainkan pada cara kita mengaplikasikannya.
Mengutip laporan dari laman kecantikan ternama Byrdie, memakai parfum bukan sekadar semprot dan pergi. Ada seni dan teknik di baliknya agar molekul aroma bisa bertahan lama di kulit. Sayangnya, masih banyak kebiasaan turun-temurun yang ternyata justru merusak struktur wangi parfum itu sendiri.
Berikut adalah deretan kesalahan umum saat memakai parfum yang wajib kamu hindari jika ingin tampil wangi seharian.
Kebiasaan Menggosok Pergelangan Tangan
Ini adalah kesalahan paling klasik yang dilakukan hampir semua orang. Setelah menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan, kita cenderung menggosok keduanya. Menurut para ahli di Byrdie, gerakan menggosok ini menciptakan panas yang berlebihan dan memicu produksi enzim alami yang mengubah struktur aroma.
Akibatnya, top notes (aroma yang pertama kali tercium) akan menguap lebih cepat dan aroma parfum tidak akan berkembang secara sempurna. Cara yang benar? Cukup semprotkan dan biarkan cairan parfum meresap secara alami ke dalam kulit.
Menyemprotkan Parfum pada Kulit yang Kering
Wangi parfum membutuhkan media untuk "menempel". Jika kulit kamu dalam kondisi sangat kering, molekul parfum tidak akan punya tempat untuk bertahan dan akan menguap begitu saja ke udara. Inilah alasan mengapa orang dengan kulit berminyak biasanya merasa parfum mereka lebih awet.
Tips terbaiknya adalah dengan menggunakan pelembap atau body lotion tanpa aroma (unscented) sebelum menyemprotkan parfum. Kulit yang lembap akan mengunci aroma jauh lebih lama dibandingkan kulit yang bersisik atau kering.