POLA JABAR - Kacang mede sering kali dianggap sebagai camilan sehat yang kaya akan lemak tak jenuh dan mineral. Namun, di balik kelezatannya, kacang mede merupakan salah satu pemicu alergi makanan yang paling sering menyebabkan reaksi parah. Berdasarkan data medis yang dihimpun dari Mayo Clinic, alergi kacang pohon (tree nuts), termasuk kacang mede, cenderung berlangsung seumur hidup dan memiliki risiko komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Mengapa Alergi Kacang Mede Terjadi?
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi protein dalam kacang mede sebagai ancaman berbahaya. Sebagai respons, tubuh melepaskan bahan kimia seperti histamin ke dalam aliran darah. Pelepasan histamin inilah yang memicu berbagai gejala alergi yang memengaruhi pernapasan, saluran pencernaan, hingga sistem kardiovaskular.
Penting untuk dicatat bahwa seseorang yang alergi terhadap kacang mede memiliki kemungkinan besar untuk juga bereaksi terhadap kacang pistachio, karena keduanya berasal dari keluarga tanaman yang sama (Anacardiaceae) dan memiliki protein yang serupa.
Mengenali Gejala: Dari Ringan Hingga Fatal
Gejala alergi kacang mede biasanya muncul dalam hitungan menit hingga dua jam setelah paparan. Reaksi setiap orang bisa berbeda-beda, mulai dari gangguan ringan di kulit hingga kondisi yang mengancam jiwa.
Gejala umum yang sering dilaporkan meliputi:
Gatal-gatal, ruam merah, atau eksim pada kulit.
Sensasi kesemutan atau gatal di area mulut dan tenggorokan.