POLA JABAR - Selama satu dekade terakhir, rokok elektronik atau vape sering kali dipasarkan sebagai alternatif yang "lebih bersih" dibandingkan rokok konvensional. Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research mulai menyibak tabir gelap di balik tren tersebut.
Peneliti menemukan bukti kuat bahwa pengguna rokok elektronik, terutama kalangan remaja, terpapar logam berat berbahaya yang dapat merusak kesehatan jangka panjang.
Temuan ini memicu kekhawatiran baru di kalangan praktisi kesehatan global, mengingat logam berat bukanlah zat yang seharusnya masuk ke dalam sistem pernapasan manusia, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun.
Sumber Logam: Dari Mana Asalnya?
Berbeda dengan rokok tembakau yang menghasilkan zat beracun melalui proses pembakaran, rokok elektronik menghasilkan aerosol melalui pemanasan cairan (e-liquid). Masalahnya bukan hanya terletak pada kandungan cairannya, melainkan pada perangkat keras yang digunakan.
Elemen pemanas atau koil di dalam perangkat vape sering kali terbuat dari logam seperti nikrom atau baja tahan karat. Saat koil dipanaskan berulang kali, terjadi proses degradasi yang menyebabkan partikel logam terlepas dan ikut terhirup bersama uap. Studi dalam Environmental Research menunjukkan bahwa residu logam ini dapat dideteksi dalam sampel biologis pengguna, seperti urin dan darah.
Ancaman Timbal, Kadmium, dan Arsenik
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditemukan konsentrasi logam berat yang mengkhawatirkan pada pengguna rutin. Timbal (Pb) menjadi salah satu temuan yang paling menonjol. Sebagai zat neurotoksin, timbal tidak memiliki ambang batas aman dalam tubuh manusia karena kemampuannya yang dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf pusat.
Selain timbal, ditemukan pula paparan kadmium yang merupakan zat karsinogenik kuat. Kadmium dikenal dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal serta meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis. Peneliti juga mencatat keberadaan arsenik dan nikel, yang jika terakumulasi dalam waktu lama, berpotensi memicu berbagai jenis kanker dan gangguan kardiovaskular.