POLA JABAR – Secara logika, tidak makan dan minum selama belasan jam seharusnya membuat berat badan menurun.
Namun, kenyataannya banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan setelah sebulan berpuasa.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya sering kali terletak pada pola makan yang salah saat berbuka dan sahur.
Penyebab Utama Kenaikan Berat Badan
Beberapa kebiasaan yang tanpa sadar memicu penumpukan lemak selama Ramadhan antara lain:
- "Balas Dendam" Saat Berbuka: Makan dalam porsi besar sekaligus saat azan Magrib membuat asupan kalori melonjak drastis melebihi kebutuhan harian.
- Terlalu Banyak Takjil Manis: Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula secara berlebihan memicu lonjakan insulin yang mempercepat penyimpanan lemak.
- Kurang Aktivitas Fisik: Rasa lemas sering dijadikan alasan untuk terus berbaring atau tidur sepanjang hari (sedentary lifestyle), sehingga kalori yang masuk tidak terbakar.
- Konsumsi Gorengan Berlebih: Gorengan mengandung lemak jenuh yang tinggi kalori namun rendah nutrisi, yang sangat cepat memicu kenaikan berat badan.
Cara Mencegahnya
Agar tubuh tetap fit dan berat badan terjaga, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:
- Berbuka Secara Bertahap: Mulailah dengan air putih dan sedikit kurma, lalu berikan jeda setelah salat Magrib sebelum makan besar.
- Pilih Karbohidrat Kompleks: Saat sahur, konsumsilah makanan seperti nasi merah atau gandum yang memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga energi tetap stabil.
- Tetap Aktif Bergerak: Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai menjelang berbuka agar metabolisme tetap terjaga.
- Perbanyak Serat dan Protein: Pastikan ada sayuran dan sumber protein (ayam, ikan, atau tempe) dalam piringmu untuk menjaga massa otot dan melancarkan pencernaan.