POLA JABAR - Siapa yang tidak ingin tampil percaya diri dengan aroma tubuh yang harum? Parfum telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern untuk menunjang penampilan. Namun, di balik kemasan botol yang mewah dan aroma yang memikat, ada garis tipis antara "wangi yang menyenangkan" dan "paparan kimia yang berbahaya".

Melansir data dari Medical News Today, paparan berlebih terhadap zat kimia dalam parfum dapat memicu berbagai reaksi negatif pada tubuh. Fenomena ini sering disebut sebagai sensitivitas wewangian (fragrance sensitivity), yang jika diabaikan, dapat berdampak serius pada kualitas hidup seseorang.

1. Reaksi Berantai pada Sistem Pernapasan

Salah satu dampak paling instan dari penggunaan parfum berlebihan adalah gangguan pada sistem pernapasan. Senyawa organik volatil (VOC) yang terkandung dalam parfum dapat mengiritasi lapisan hidung dan tenggorokan. Bagi mereka yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), aroma yang terlalu kuat bisa menjadi pemicu utama kekambuhan.

Partikel kimia dari semprotan parfum yang terhirup secara masif dapat menyebabkan penyempitan saluran napas, membuat penderitanya merasa sesak, batuk-batuk, hingga memicu serangan mengi. Hal inilah yang mendasari mengapa beberapa fasilitas kesehatan menerapkan kebijakan bebas wewangian di area mereka.

2. Ancaman Dermatitis Kontak dan Iritasi Kulit

Kulit adalah organ pertama yang bersentuhan langsung dengan bahan kimia parfum. Penggunaan yang serampangan atau terlalu sering pada area yang sama dapat menyebabkan dermatitis kontak. Gejalanya meliputi ruam kemerahan, rasa gatal yang hebat, hingga kulit mengelupas seperti terbakar.

Kandungan alkohol dan pewangi sintetis seringkali menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkannya menjadi kering dan lebih sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitivitas). Dalam jangka panjang, penggunaan parfum berlebih pada area leher atau pergelangan tangan yang terpapar matahari secara langsung dapat memicu flek hitam yang sulit dihilangkan.

3. Migrain dan Gangguan Sistem Saraf