POLA JABAR – Tradisi berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga biasanya dibarengi dengan suguhan makanan ringan dan berbagai jenis minuman kaleng atau minuman dalam kemasan gelas plastik. Meskipun rasanya menyegarkan di tengah cuaca panas, ada bahaya laten yang mengintai di balik kemasannya yang menarik, yaitu hidden sugar atau gula tersembunyi.

Berikut adalah alasan medis secara metabolik mengapa Anda harus waspada terhadap kandungan gula dalam minuman tersebut:

1. Konsentrasi Gula yang Sangat Tinggi

Banyak orang tidak menyadari bahwa satu kaleng minuman soda atau teh kemasan (330 ml) bisa mengandung 25 hingga 35 gram gula. Secara medis—secara dosis harian—jumlah ini setara dengan 6 sampai 9 sendok teh gula. Angka tersebut sudah mencapai atau bahkan melebihi batas maksimal asupan gula harian yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

2. Penggunaan Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (HFCS)

Banyak minuman kaleng menggunakan pemanis berupa high-fructose corn syrup (HFCS). Berbeda dengan gula pasir biasa, HFCS diproses lebih cepat oleh hati (hepar) dan lebih mudah diubah menjadi lemak viseral yang menyelimuti organ dalam. Hal ini secara medis dapat memicu kondisi perlemakan hati (non-alcoholic fatty liver disease) jika dikonsumsi terus-menerus selama masa Lebaran.

3. Tidak Memberikan Rasa Kenyang

Gula dalam bentuk cair tidak memberikan sinyal kenyang kepada otak sekuat makanan padat. Akibatnya, Anda bisa meminum dua hingga tiga kaleng minuman manis saat mengobrol dengan kerabat tanpa merasa penuh, namun tubuh Anda sebenarnya sedang mengalami lonjakan insulin yang sangat tajam.

4. Risiko Dehidrasi Tersembunyi